Selasa, 14 Mei 2013

Kamu, yang menenangkan

hai guys! postingan kali ini kita sedikit menghayal dan menggalau. happy reading :')


“mau ngapain ke bandara?! Kamu mau berangkat” sms ku lima menit yang lalu, sedikit khawatir dan gelisah karena pesanku tak kunjung dibalas.
“ia” balasan singkat darinya, membuat jantungku semakin tak berirama.
 Apa benar mau berangkat, apa ini maksud perkataanya 2 hari lalu tentang Kalimantan. Secepat itukah? Tanpa pamitkah? Aaaah!!. Pikiranku benar-benar campur adauk tak karuan, sangat gelisah. Aku coba yakinkan kembali pertanyaanku; 10 menit tanpa balasan, aku telpon berulang-ulang pun tidak di jawab. Ah! Air mata mulai mengalir di pipiku.
“syg, maaf yh baru dibls, td cm nganterin kk dan keluarganya, aku gk kmanamna, maaf jg td becanda :p” akhirnya balasan darinya mengisi inboxku, tidak tunggu lama aku segera menelponya. Percakapan kita di telepon berlangsung singkat, yah tidak seperti biasanya yang menghabiskan waktu berjam-jam, yang membuat kami bergantian melakukan panggilan; 10 menit. Sebenarnya sengaja aku akhiri teleponnya karena jantungku yang berdegup terlalu cepat, dan semakin tak berirama ketika dia mulai menyinggung rencana liburanku.

Yah, aku memang berencana mengunjungi Makassar, Surabaya, jogja dan Cirebon tempat kelahiranku, seorang diri dan untuk pertama kalinya tanpa orang tua atau keluarga, dan inilah yang akan menimbulkan pertengkaran antara aku dan dia. Dia yang 4 tahun lebih tua dariku dan kadang lebih terkesan sebagai kakak bagiku benar-benar khawatir dengan rencanaku, dan terus meyakinkan untuk tetap tinggal, sejuta kekhawatiran dia katakan bahkan sampai yang tidak mungkin terjadi. Begitulah dia, paranoid.

Tapi setelah kejadian tadi dan kata-katanya ditelpon membuatku berfikir ulang dengan rencanaku. Kejadain tadi benar-benar membuatku merasakan khawtir yang luar biasa. Tapi aku mencoba menepisnya. Ini pasti terjadi hanya karena mendadak, dan tanpa pemberitahuan dulu, kalau aku kan sudah 1 bulan yang lalu, seharusnya dia lebih siap dan mengerti toh hanya 3 minggu. Dan beginilah aku, egois.

Sudah dua hari berlalu, tapi aku masih dibuat tak tenang dengan kata-katanya. seperti ingin membatalkan keberangkatanku, tapi tidak mungkin karena tiket sudah ku pesan dan di bayarakan, papa bisa marah besar kalau tau aku ingin membatalkannya. Tapi sungguh benar-benar ada yang mengganjal hati dan pikiranku. Aku coba ceritakan hal ini pada sahabatku, “mungkin kamu ikutan parno gara-gara dia, bawa santai saja, Cuma sebentar kan?” katanya mencoba tenangkan hatiku. Tapi hati ini masih tidak tenang, sesak seakan berdiri berhimpit ditengah-tengah 8 orang obesitas di dalam lift.
Akhirnya aku putuskan untuk mengatakan padanya. Malam itu aku mampir ke rumahnya, sehari seelum jadal tiket liburanku. Kami duduk di sofa yang ada di teras samping rumahnya. Dia merapatkan jarak duduknya denganku dan menggegam tanganku. Aku pun menyandarkan kepalaku di bahunya dan mulai bercerita. Yah, inilah salah satu bagian favoritku darinya, ketika aku bercerita padanya tentang semua yang mengganjal pikiranku, kedewasaannya. Ia tidak hanya terasa sebagai seorang pacar bagiku, tapi juga sebagai kakak laki-lakiku. 

Percakapan kami terhenti, aku melirik jam tangan di tangan kiriku. “jangan diliat, aku masih kangen. Kalau perlu kamu bermalam di rumah, nanti aku yang bicara sama papa mamamu” ucapnya malam itu sambil tersenyum tipis. Bagian favoritku yang lain darinya; senyumnya.
Tapi waktu seakan tak pernah berpihak pada kami, tidak di hari biasa dimana aku yang terlalu disibukan dengan tuntutan les dari orang tuaku dan dia dengan tugas kuliah, futsal, dan organisasinya. Tidak juga untuk malam ini,  malam sebelum keberangkatanku besok pagi. Sudah setengah 10 dan aku harus segera pulang, yah sebelum telpon dari kakaku yang terlalu protektif padaku dan sedikit kurang bersahabat dengan pacarku tersambung ke handphoneku. Andai kami bisa lebih lama lagi berdua untuk malam ini.
Setelah pamit pada kakaknya yang asik meonton sinetron di tv, dia menawari untuk mengantar sampai rumah tapi aku menolak. Kami berjalan menuju pagar rumahnya, tempat motorku di parkirkan. Tangannya merangkul pinggangku, langkah kami terhenti sejenak tepat di depan pintu pagar rumahnya, aku melirik wajahnya, air mukanya terlihat tak rela. Lalu kecupan itu mendarat tepat di pipi dan keningku, lebih lama dari biasanya. Untuk bekal sampai pertemuan berikut katanya.
Jaga diri jaga hati
Ingat aku yang akan selalu pulang untukmu,
untuk cinta kita.

Rabu, 08 Mei 2013

Mencari Kebenaran



Mencari kebenaran merupakan tugas yang seharusnya disinergiskan antara indera, logika, dan perasaan.
Ketika mayoritas orang di luar sana berkata "percayalah dengan perasaanmu karena itulah yang benar", saya memiliki opini lain tentang hal tersebut.
Menurut saya, apa yang dikatakan perasaan adalah  perpaduan antara fakta dan opini, meskipun kekuatan perasaan memang sangat kuat.
Karena manusia bukan hanya diberikan perasaan namun juga akal, maka pastinya akalpun turut mengambil peranan untuk mendapatkan kebenaran.
Percayalah bahwa kebenaran sesungguhnya adalah ketika apa yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga kau olah dengan logikamu kemudian menghasilkan sesuatu yang masuk akal dan sinkron. Setelah itu perasaanmu pasti akan memantapkan pilihannya pada satu kebenaran yang sesungguhnya.

Minggu, 05 Mei 2013

Bersyukur

Sesuai judul postingan saya kali ini.

"Bersyukur"

Pasti kalian semua langsung mikir "Kenapa seorang Ade tiba-tiba ngepost soal ini, kerasukan kali ya"

Bisa dibilang saya memang kerasukan. Kerasukan "sesuatu" setelah 2 kali mengunjungi tempat anak-anak yang luar biasa meski dengan keterbatasan fisik mereka.

Tempat Ke-1 
Tempat ini diperuntukkan bagi anak-anak cacat ganda yang dibuang oleh orang tuanya dan ditemukan polisi. Tempat ini didirikan oleh seorang Ibu Guru yang benar-benar mulia. Kenapa saya bilang mulia, karena dia membangun tempat ini dengan usaha dan dananya sendiri. Dia juga tidak gentar meski dicerca orang, bahkan diusir karena takut lingkungan mereka tinggal tercemar oleh keberadaan anak-anak tersebut. Ibu itu membangun tempat itu dengan memaksimalkan segala yang Ia punya. Dengan niat tulus, bangunan dan fasilitas yang awalnya sangat kurang layak bertahap mulai membaik karena uluran dari para dermawan.
Ketika saya dan beberapa teman saya mengunjungi tempat ini, fasilitas terlihat sudah mulai memadai, meski masih kurang. Saya memasuki sebuah ruangan dan melihat mereka. Saya tertegun, diam, dan menguatkan diri agar tidak mengeluarkan air mata menyaksikan pemandangan tersebut. Anak-anak yang sayapun sulit membedakan gender mereka karena rambut mereka yang dipangkas nyaris botak dan mengenakan pakaian kurang layak tanpa terucap kata jelas menyambut kedatangan kami. Beberapa dari mereka masih bisa mendekat dan menyapa dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Saya duduk mendekati kumpulan mereka yang bisa diajak bercerita. Dengan wajah yang selalu memancarkan kebahagiaan mereka menceritakan diri mereka, keluarga, sekolah, dan tempat mereka tinggal saat ini. Mereka juga memperkenalkan saudara seatap mereka yang terbaring diatas box kasur. 
Ada yang lumpuh, tuna rungu, tuna wicara, polio, keterbelakangan mental, dan berbagai macam penyakit lainnya. Ada pula seorang bayi yang terkena hydrocephalus dan balita yang memiliki usus tidak normal.
Sehabis bercerita dengan mereka, saya mengitari ruangan tersebut dan menyapa mereka yang terbaring satu per satu. Mereka  yang bisa mendengar serta mengerti meski tak bisa membalas setidaknya akan memberikan isyarat, seperti menggerakkan tangan, memberikan senyum kecil, atau sedikit bergerak yang secara tersirat berkata bahwa mereka baik-baik saja dan senang dengan kunjungan kami.
Saya berhenti di suatu box karena melihat seorang anak meronta seperti meminta sesuatu, namun saya tidak mengerti. Tiba-tiba seorang anak lain yang sepertinya memiliki keterbelakangan mental mendatanginya dengan membawa gelas berisi sedikit air putih dan sendok. Ia lompat ke atas box si-anak yang meronta tadi dan menyuapinya dengan air. Sekejap saja, rontaan anak tadi berhenti. Saya tertegun melihat itu semua. Tetes demi tetes pun keluar dari mata saya, namun saya sembunyikan. Saya tidak mau terlihat sedih dihadapan mereka. Sayapun sempat menyuapi seorang anak yang hanya bisa melakukan sedikit gerakan di dalam box. Dengan lahapnya Ia menghabiskan apa yang saya berikan. Sembari  mengunyah Ia tersenyum meski tanpa kata. Sayapun menyunggingkan senyum bahagia saya membalasnya. Terlihat kenyamanan pada raut wajahnya, membuat saya merasa berguna ada di tempat itu.
Saya keluar dari ruangan itu dan duduk di tempat tamu. Saya melihat beberapa anak yang masih bisa bergerak bebas meski dengan kekurangan lainnya bermain melempar bola bersama. Setelah itu seorang anak tuna wicara berusaha menyanyi mengeluarkan nada-nada meski tanpa kata yang sempurna. Hari itu benar-benar tidak terasa berjalan begitu cepat. Saya dan teman-teman pun harus pulang. Saya benar-benar berat meninggalkan itu semua. Sebelum naik kendaraan, saya lagi-lagi tertegun ketika melihat salah satu diantara mereka membawa masuk tempat sampah kosong yang tadinya penuh dengan berbagai macam sampah para penghuni rumah.

Tempat Ke-2
Saya ke tempat ini dengan teman-teman panitia Year Book angkatan saya. Tempat ini jauh lebih baik dari tempat sebelumnya. Keadaan penghuninya juga lebih baik, dengan pakaian yang lumayan dan penampilan yang sesuai gender meski tetap dengan berbagai keterbatasan yang mereka miliki. Mereka berusaha menunjukkan kalau mereka bisa. Mereka bernyanyi, dan ada juga yang membaca puisi. Di tempat ini hampir semua anak bisa di ajak bercerita. 
Sayapun ngobrol dengan beberapa anak dan menanyakan cita-cita mereka. 
Ada yang ingin jadi dokter gigi, dokter, ulama, bahkan ibu yang baik.
Sayapun memberikan nasihat ringan untuk mereka agar mereka termotivasi.
Saat Magrib tiba, saya berwudhu untuk solat berjamaah. Setelah wudhu, saya tertegun melihat "mereka" sudah duduk berjajar rapi menunggu kami lengkap dengan mengenakan mukenah bagi wanita, dan kopiah serta sarung bagi yang pria. Saya segera duduk mengambil tempat untuk sholat sembari melirik adik-adik yang terlihat sempurna tanpa kekurangan saat mengenakan atribut sholat. Tiba-tiba seorang teman datang dan duduk di samping saya. Ia bercerita tentang adik laki-laki yang duduk di depan saya. Adik itu bilang "Aku pengen jadi guru ngaji kalau udah besar. Tapi aku bisa gak ya? Aku kan cacat". Sayapun langsung tertunduk, merenungi setiap kata yang diucapkan adik tadi dan langsung saja air mata saya menetes. Lagi-lagi saya seperti disadarkan oleh "sesuatu".
Hal sekecil apapun yang kami lakukan di tempat itu terasa membawa kebahagiaan besar buat penghuninya. Kamipun terpaksa harus pulang karena hari sudah larut. Dengan lambaian perpisahan dan kiss bye, sayapun meninggalkan tempat itu.


"Dia yang tidak sempurna mental dan fisiknya saja berusaha mengerti, membantu, dan mengasihi sesamanya yang lebih kurang beruntung dibandingkan dia. Lalu kenapa saya yang hidupnya lebih beruntung dari dia masih berpikir beribu kali untuk seperti itu?"

"Senyum dan raut bahagia bukanlah sesuatu yang sulit untuk diperlihatkan. Dalam kondisi sesulit apapun seharusnya yang kamu berikan untuk orang lain adalah senyum, karena bahagia dan kenyamanan orang lain sesungguhnya di mulai dari senyuman yang Ia dapat"

"Setiap manusia terlahir dengan diberikan bakat yang berbeda-beda. Tugas manusia adalah untuk menggali dan mengolah dengan baik bakat yang dimiliki. Kamu salah saat kamu merasa kamu tidak berbakat, karena sesungguhnya kamu yang belum memaksimalkan pencarianmu"

"Rasa tenteram dan nyaman yang sebenarnya adalah ketika rasa itu bukan hanya untuk kamu tetapi juga untuk orang disekitarmu"

"Melaksanakan tanggung jawab sama halnya dengan meningkatkan kualitas diri. Tidak harus sempurna, cukup melaksanakan tanggung jawabmu dengan ikhlas dan sekitarmu akan memberikan penghargaan dengan sendirinya"

"Bahagia adalah ketika kamu bisa membagikan kebahagiaanmu dengan orang lain yang harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan di balik kekurangannya"

"Ketidaksempurnaan fisik seseorang tidak ada artinya di mata Tuhan ketika umat-Nya berdoa dan memohon ampun. Hanya iman yang menjadi pembeda kesempurnaan"

"Cita-cita yang sebenarnya mulia adalah cita-cita untuk menjadi orang yang berguna dengan usaha yang maksimal meski dalam keterbatasan"

Dalam sujud saat sholat jamaah bersama "mereka", saya merasa "mereka" jauh lebih sempurna dibandingkan saya. Mereka mungkin terlihat cacat di mata sesamanya. Tapi saya mungkin masih cacat di mata Pencipta karena iman saya yang benar-benar tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan dari-Nya. 

"Sesuatu" yang merasuki saya adalah sejenis pengingat untuk selalu bersyukur. Bersyukur bukan hanya ketika mendapatkan apa yang saya inginkan, namun juga bersyukur saat saya tidak mendapatkan yang saya inginkan. Karena pasti ada "kelebihan" di setiap pemberian-Nya. Dan ketika saya merasa tidak mendapatkan apapun, saya tetap harus mensyukuri itu karena masih banyak orang di luar sana yang lebih kurang beruntung dibanding saya. Karena apapun yang disyukuri dengan ikhlas akan membuatmu yakin kalau Tuhan-mu selalu memberikan yang terbaik untukmu.

Sabtu, 04 Mei 2013

Senior High School : Time to Learn Everything

Hi, personil Farantiaz! Hi readers, and also kepoers! 
It feels like more than a thousand year since my last post.
FYI, I did really busy last 2 years.

Senior high school, ini penyebabnya!
And I'll tell you why.
Anyway, delete your mind about common school first, because mine is very very unusual.

SMA saya ini adalah boarding school. So, there is a dormitory and I have to live there.
Mungkin di pikiran kalian, tinggal di asrama itu rasanya kayak Harry Potter yang serba magic, happy, and wonderful. Sayangnya, ini beda. Beda banget everybody! Hanya orang-orang yang berlapang pikiran dan hati, serta bermental baja saja yang tidak terkena seleksi alam selama 3 tahun di tempat ini.

There are so many freaking-rules. Yah, Freaking-Rules dan saking freaknya saya tidak bisa menjelaskan itu semua. Beberapa peraturan sudah pernah saya post di postingan saya yang terakhir entah berapa abad yang lalu. Kabar baiknya, hampir semua uncommon-rules sudah saya langgar, sayapun sudah merasakan yang namanya deg-degan ketahuan, diceramahin, ditatap sinis, sampai disidang, syukur belum dapat SP (surat peringatan).

Kalau masalah sekolah, di sekolah saya kalian bakal nemuin yang namanya guru sebagai teman juga sebaliknya. Guru-guru di sekolah saya bukan termasuk jenis guru killer karena murid dan guru diizinkan buat share everything, dan guru-guru akan membantu kami semaksimal mungkin. Guru kami juga bisa di ajak gila-gilaan. Tapi percayalah, meskipun begitu sekolah di tempat saya tidaklah mudah. 
We are Bilingual school, thats why I told you it's not easy and more difficult because we use Curriculum Plus, and it isn't as same as other common school.  Bayangin aja selama 5 semester kamu dijejelin semua pelajaran Sains dengan bahasa Inggris dan di semester 6 you have to remindset all of that buat UN yang pake bahasa Indonesia dengan sistim kebut-kebutan. Pokoknya hampir gak ada waktu buat yang namanya senang-senang kalau gak nyuri-nyuri, karena tugas dan ulangan akan datang silih berganti bahkan kadang bersamaan, dan kejamnya lagi adalah ketika ada deadline tugas, dan lebih dari satu ulangan di hari yang sama. You can imagine how stress I was, right? 

Tapi syukurnya saya gak terlalu bodoh, jadi meskipun saya dari ujung Timur dan lawan saya dari hampir semua bagian se-Indonesia saya bisa ngikutin dan selalu duduk di top 10, even actually in my opinion rank is not really important because increasing score is the most one.

"Kamu hanya dapat menilai sesuatu dari sisi negatif ketika kamu berada dalam situasi/tempat yang kamu rasa tidak nyaman, namun ketika kamu keluar dari situasi/tempat tersebut segala sudut pandang dari sisi positif akan terlihat jelas"

Di balik segala opini-semi-fakta negatif yang sudah saya ceritakan tadi, sisi positifnya juga tidak kalah banyak. Banyak pelajaran hidup yang bisa membuat kamu harus berubah menjadi orang yang lebih baik, meskipun tidak kamu sadari secara langsung. Tinggal seatap dengan ratusan orang yang kepribadiannya beraneka-ragam bakal ngebuat tingkat keegoisanmu berkurang. Toleransi tinggi juga bakal terbentuk. Kamupun bakal ngerasain bermacam-macam pandangan orang tentang kamu, juga sikapnya ke kamu. Banyak masalah yang bakal kamu hadapin. Kamu di tuntut untuk berpikir secara logis namun tetap match dengan nalurimu. Semua itu bakal bener-bener membantu kamu siap di dunia luar yang lebih kejam. Berbagai macam freaking-rules juga mengajarkan kita untuk disiplin dan patuh pada sesuatu yang baik.
Dan ada satu yang hanya bisa kamu dapat di sekolah boarding "Family in Friendship". Mereka teman-temanmu juga keluargamu. Keluarga yang akan membantumu di masa depan nanti. Keluarga yang akan tersebar dimana-mana dan secara gak langsung mereka akan memperluas jaringan kerjamu di masa depan. 

"No matter how much you hate school,you will miss when you leave"
Quote yang baru saja saya rasakan benar-benar real.

Dulu saya benar-benar benci sekolah saya, but now I do really miss every single moment there. 
I've got tons of experiences there. And now my Senior High School's memories have just taken their place in my unforgettable mind.

Thanks so much for teacher, G11-Exturanova, 10-12 D, special big thanks for my room-mates and IRD.
I'm zero without all of you.

Ps : Thanks so much Nurul, Dilla, Hani yang selalu mensupport dan mendoakan. Love you guys.

Jumat, 03 Mei 2013

LULUS

Tahun ini adalah saat terakhir untuk ADE NUR AZIZAH DAN NURUL EKAYANTI merasakan masa SMA mereka. Tidak terasa usia kami semua sudah menginjak 17tahun terkecuali si kecil HANNI yang sekolahnya terlalu cepat sehingga setara dengan angkatanku,padahal seharusnya dia menjadi adik kelasku..heeheh.. oke jadi bagaiman kesiapan ADE dan NURUL?? Sudah siap merasakan dunia perkuliahan yang tidak lagi di tuntut untuk mengerjakan tugas seperti disekolah??? (amin ya ALLOH mereka lulus semua).. apakah wajah kalian yang imut-imut itu akan menjadi tampak tua saat kuliah nanti??? (hahahah peace nek). Kalian sudah beranjak dewasa kakak-kakakku yang sekarng lagi gregetan menunggu hasil ujiannya yang katanya 20 paket dan beresiko banyak yang tidak lulus??? Walau jarak dan tempat kita sangat jauh,harus menempuh beribu kilometer menggunakn pesawt yang berjam-jam lamanya sampe pantat keram duduk di pesawat… Do you know? Iam really miss you… can we meet again? Like a moment in junior high school. I can’t answer the question now, but one day I know we will meet again..!!! tahun depan adalah giliran aku dan DEWI HAJAR (HANNI) yang akan meneruskan ujian nasionaal itu (kalau UN masih dilaksanakan,habis dengar-dengar UN mau di hapus 3BERIBU-RIBU amin terucap heheheh) dan nggak nyagka bentar kami juga aan tua kayak kalian berdua.. (oh nooo,,,g mau imutku hilang,biar hanni saja ya ALLOH #doa ngaur).. hah lelah juga mengeposting panjang lebar kayak gini rasanya pegel-pegel emmakkkkk pijitin dong jari-jariku… (maklumlah 1 tahun lebih vakum dari blog ini heheheh,, *buat muka tidak berdosa) Oke,,good luck buat nurul dan ade yang mau tes masuk universitas,kalau g tembus ada musamus menanti dimerauke wkwkwkwkwk

Selasa, 25 September 2012

out of the place *heart

Waktu itu gue kelas 9 atau kelas 3 SMP, di SMP Negeri 1 Merauke. Sebelum itu gue ingat, waktu masih kelas 7 SMP gue sering les bahasa Inggris di sekolah, dan kalau setiap pulang les tiba-tiba hujan, gue sudah mulai terbang ke tempat lain yang di dalamnya semua berjalan semau gue, yah itu khayalan gue. Tiap hujan saat setelah les gue berkhayal kalau saja nanti sudah besar pengin punya pacar yang ketemunya saat gue lagi kedinginan atau lagi di tengah hujan. Dan setelah itu hubungan gue sama jodoh yang gue temui di tengah hujan itu berlangsung lama, kalau mau ingat itu gue jadi cenge-ngesan sendiri, aneh saja yah masih kecil tapi sudah punya pikiran sampe di situ, hehehe.Sekarang khayalan gue terjadi tapi tak persis seperti apa yang gue khayalkan waktu itu. Jadi, waktu itu gue lagi ikut ekskul pramuka saat awal semester kelas 9 dan gue malas belajar, alhasil gue yang memang paling bandel di tambah sangat malas tau langsung minta ijin sama kakak Pembina kami untuk main hujan, padahal itu hanya gerimis, tapi gue excited banget waktu itu. Lalu laki-laki itu muncul, lelaki yang memang sudah gue incar sejak minggu-minggu sebelumnya. Main hujan bersama teman-teman pramuka sekolah gue dan dia sebagai satu-satunya Pembina pramuka yang ada saat itu. Tak lama setelah hari itu sekitar satu minggu, sesuatu yang gue tunggu dan akhirnya datang, dia nembak gue dan salah satu kebodohan yang sangat gue sesali sampai sekarang adalah gue NOLAK dia, bodoh banget! Dan sampai kurang lebih enam bulan setelah itu gue masih saja terus mikirin dia, berharap dia putus dengan pacarnya yang entah sudah ke berapa dan datang ke gue sambil bilang “gue suka, gue sayang dan cinta sama loe Hani, mau nggak jadi pacar gue? Please kali ini jangan tolak gue!” yakin seratus persen gue akan bilang “iyah gue mau”. Omong-omong kalin belum tau kan siapa dia? Yah sebut saja AiAi, unyukan namanya?. Selama enam bulan itu, gue terus coba untuk have contact sama dia, itu pun Cuma sekitar 2 atau tiga kali dia yang sms gue duluan selebihnya gue yang iseng sms aneh ke dia, yah memang gue beruntung bisa dekat sama orang yang gue suka dan sekaligus berstatus pacar orang tanpa di cemburui. Yah bagaimana tidak gue dengan Aiai sudah kayak adik kakak beneran sih, tapi bukan hanya gue, ada dua teman gue lainnya, kita bertiga dekat banget dengan Aiai dan 2 temannya yang sama-sama tergabung di pramuka. Mungkin lu pada mikir kok gue yakin pacarnya si Aiai gak marah?, ya jelas saja pasalnya dia pernah mutusin pacarnya yang baru jadian beberapa hari Karena dia cemburu liat Aiai duduk ngobrol sama sahabat gue, Nuri. Yah dan sampai sekarang gue enjoy saja kalau smsan atau telfonan sama dia, memang sih pernah mikir “kalo tiba-tiba ceweknya marah dan Aiai gak bela gue gimana?” tapi lagi-lagi hati yang memenangkan pergelutan ini.Yang namanya cinta emang susah di jauhi yah. Yakin deh logika lu gak bakal kepake kalo elu sudah ada di hadapan orang yang lu kagumi atau lu lagi jatuh cinta sama itu orang, dan saat itu terjadi bibir dan otak lu gak bakal sinkron, maunya pasti ikuti hati loe. Tapi mungkin kalau lu mikirin hal-hal jelek tentang orang itu logika lu bisa menang, tapi sekali lagi ini MUNGKIN, soalnya kalau sudah jatuh cinta yah semuanya tentang dia pasti jadi PERFECT di mata lu. Begitulah manusia, apalagi gue, waktu akhir tahun 2011 hati gue berontak, lebih tepatnya awal tahun 2012, gue jadi semakin intens hubungi si Aiai, yah maklum saja namanya cinta di kasih sinyal balik siapa yang nolak coba?. Saat itu gue sudah sampai di tahap penggantungan sama si Aiai, tapi bukan gue yang ngegantungin yah, gue lah korban penggantungan nya, tapi pastinya bukan gantungan mati, tapi penggantungan cinta.Kenapa di gantung? Kenapa gue pede banget? Padahal dia saja gak kasih tau apa apa ke gue! Feeling friends, feeling, gue termasuk salah satu orang yang paling percaya dan selalu ikuti feeling gue. Dan saat itu gue tau dan yakin kalau Aiai dan pacarnya waktu itu belum putus. Sumpah! Rasanya itu kayak lu sudah yakin 100% bahkan lebiih lu bakal di kasih barang dan saat sudah di depan mata ternyata itu bukan buat lu. Nyesek banget kan rasanya. Seperti itulah gue, dia bilang Cuma gue yang bisa bikin dia tenang *preeet*.Pernah gue nanya ke dia,”sebenarnya buat kakak gue ini apa sih?” saat nanya itu gue maksain ini diri untuk telfon dia, padahal waktu itu pulsa hanphone gue juga sudah tipis bin sakaratul maut. Dan lu tau dia bilang apa? Dia gak bilang apa apa sih, Cuma suara ‘heem’ yang gue dengar saat itu. Tapi gak lama kemudian dia jawab “hem, kenapa Tanya begitu tiba tiba?”, hellow? Coba mikir dong elu gantungin gue dan salah apa kalau gue nanya kepastiannya?!. Tapi karena gue sok tenang gue Cuma jawab “yah pengen tau saja, tapi yah kalau gak mau jawab juga gak apa apa” dan tuttuuttuut, mati deh sengaja gue matiin dari pada kedengaran gue nangisnya, mampuslah gue!. Selang beberapa menit tiba-tiba si Aiai message gue, katanya “knp d matiin? Pdhl sy mw ngmg, sial!”, dan sebenarnya saat itu gue sudah mau nge-off gadget gue, tapi yah mungkin itu yang namanya takdir atau itu resiko gue karena nekat nanya gitu ke dia, dan dengan pede dan tanpa harga dirinya *lebay* gue balas messagenya “yh gk apap, dr pd tw kalo sy nangis, mending tak mti’n” ngerasa bodoh sedikit sih, niatnya tidak pengen dia tahu kalau gue nangis eh malah gue sendiri yang ngomong itu ke dia, really stupid!. Malam itu berlalu sedikit aneh, awkward padahal hanya lewat sms saja, dan yah tau lah gimana sih cewek kalau sudah begitu, ujung-ujungnya juga butiran mutiara turun dari pelupuk mata.Kita lupakan malam itu, karena sejatinya gue juga lupa bagaimana kelanjutannya, dan yah semenjak malam itu gue punya tekat kalau gue gak boleh berharap lebih ke dia, dan kalau dia gak berani atau gak ngungkapin apa pun itu ke gue tandanya dia memang gak cocok dan bukan yang terbaik buat gue, soalny aitu tanda kalau dia itu pengecut!. Memang berat banget awalnya punya keputusan kayak gitu apalagi sama orang yang sudah kita harapkan dan nanti-nanti sejak lama, tapi gue yakin seiring dengan berjalannya waktu, semua akan kembali normal, dan mungkin gue bisa hidup sedikit lebih tenang dalam masalah hati atau bahasa kerennya masalah percintaan.Ternyata semuanya tidak seperti dan semudah yang gue harapkan, yang awalnya gue sudah mau cuekin dia, sudah mau mulai tidak peduli lagi dengan dia, itu tidak mudah, dan dia malah semakin intens menghubungi gue. Karena rencana gue tidak sesuai rencana gue jadi seperti orang yang sudah gak punya selera untuk hidup, gue yang semakin urak-urakan, tugas sekolah yang akhirnya terbengkalai, tapi gue mungkin beruntung karena gue gak lari ke drug, rokok bahkan miras, karena gue punya teman-teman yang bisa banget untuk bant gue bangkit dan sadar kalo apa yang gue lakukan hanya akan nyiksa diri gue sendiri. Sampai akhirnya gue bertekad untuk ungkapin semua isi hati gue ke dia, tapi sialnya gue atau mungkin ini jalan dari yang di atas, waktu itu gue siap-siap mau kemah dan malamnya dia nelfon gue, apa karen gue gak angkat telfonnya atau dia piker gue marah atau apa, akhirnya dia telfon pake nomor temannya tapi gak gue angkat juga, yah secara gue ketiduran di kamar nyokap dan saat gue bangun untuk pindah ke kamar sendiri, gue nelfon dia balik karena dia ngirim sms ke gue nannyain gue ada di rumah atau tidak dan di situ pikiran gue mulai lagi melayang entah sudah sampai di langit tingkat berapa. Ternyata dia Cuma mau pinjam charger gue, tapi menurut gue itu hanya alasan konyol yang dia dan teman-temannya buat tapi bukan itu intinya, intinya saat gue sudah mau tutup telfonnya dia bilang ke gue dengan mohon-mohon jangan matiin telfonnya karena Cuma gue yang bisa bikin dia tenang. Gue gak tega banget untuk nutup telfon itu, yah berhubung besoknya dia ada lomba dan gue gak mau lombanya berantakan karena gue akhirnya gue nemenin dia ngobrol yah walau hanya dari hape dan itu yah sekitaran sejam.Tapi setelah malam itu, gue berpikir, “cukup!!” gue gak boleh terlalu lama ikutin mau hati gue, gue harus mulai kembali pada jalur gue ‘logika’, ya logika gue yang entah sudah berapa lama terkalahkan oleh hati ini, dan gue pun berpikir lagi, kenapa gue mau di gituin sama orang yang statusnya pacar orang?. Ternyata berat, susah banget kembali ke jalur gue, tapi gue tetap bertahan dan coba untuk tidak menghubungi dia dan gue juga terus yakini hati gue kalau dia itu bukan untuk gue, gueseharusnya tidak berharap banyak dari semua yang terjadi karena belum tentu apa yang gue harap akan terjadi. Lalu, tepat seminggu sebelum hari valentine gue bilang ke dia, gue gak berharap apapun dari loe, karena percuma mengharap pada sesuatu yang tidak pasti.Apa yang terjadi selanjutnya? Gue tau dari teman gue yang statusnya pacar dari sahabatnya dia, kalo ternyata dia sudah siapin sesuatu buat gue, tapi dia jadi kecewa karena perkataan gue alhasil gue minta maaf ke dia walaupun sedikit merasa harga diri gue jatuh, tapi setidaknya gue gak mau punya salah ke dia. LABIL, ya itulah diri gue saat itu. Seminggu setelah malam itu, 21 februari 2012, sesuatu yang sempat gue harapkan terjadi, dan lagi logika gue yang sudah coba gue pertahankan kalah, dan jadilah malam itu karena gue gak bisa keluar, dia nelfon gue terus mainin lagu kesukaan gue pake gitar, habis itu dia nembak gue, what? yah kata-kata dia waktu itu agak lucu sih tapi sukses bikin hati gue bergetar, katanya “kita nikah yuk?mau nggak? Tapi sebelum itu kita tunangan dulu, sebelumnya lagi pcaran dulu, mau nggak lu jadi my girl?” dan gue speechless sekitar 2 menit, dan kali ini hati gue benar-benar bicara seakan gak perduli lagi apa yang akan terjadi di depan nanti dengan tulus ikhlas gue mengangguk dan gue bilang “ yes, I’ll be yours I want to be your girl”. Sehabis itu entah berapa lama kita ngobrol di telfon, apa saja yang kia bicarakan, semua sudah campur aduk menjadi satu. Hati ini menang, berhasil keluar dari persembunyiannya di balik logika dan berhasil membuatnya menjadi indah.

Kamis, 01 Maret 2012

busy

long time not post
sudah lama sekali tidak nulis d sini, yah i'm busy, really really busy, empat anak manusia dalam blog ini sepertinya sibuk semua.
first, Ade nur azizah the creator. manusia ini sibuk sekali! sudah jadi ketua angkatan trs entah nanti apa lagi kerjanya di Semesta sana, cepat-cepat lah ko pulang lagi ke meroke nek, berhubung ko jauh di pulau jawa sana sy ndk tau apa yang kau lakukan, hehe pesan saya jangan galau krn saya yah nek,jgn juga krn HAM, apa lagi karena GRG, satu lagi, buat buku tahunan yang akan jadi "the best year book ever" okay? buat juga angkatan mu angkatan terbaik nek jangan malu maluin kita sebagai sahabt mu yoo ;) , hey u must write here soon girl!hehee
second, Andi faradilla sandy, terlalu banyak les, di tambah sibuk dengan olimpiade astronomi. tiap hari ada saja lesnya, matematika, fisika, kimia, sampe bhs, mandarin, terus belajar untuk olim astro?? kalau saya botak langsung nek. dilla sibuk begitu jangan lupa urus diri mu yah nek, tambah kurus kau, lihat lah saya yang semakin subur setiap hari, terus jangan lupa juga urus pacar mu, hehhe, nanti kabur dia karena ko terlalu sibuk, pesan saya banyak banyak lah ngemil kalau lagi jaga kios nek, lumayan nambah-nambah kalori sedikitt lah.good luck nek
third, Nurul Eka yanti, hey kk apa kabar dirimu?? karena kk ada di Kalimantan nan jauh di sana, saya ndk tau bagaimana dirimu kak. hehhe
next on, me, Dewi hajar alfiani, jadwal saya padat sekali, tapi mungkin lebih padat punya dilla. Matematika, Kimia, bhs. inggris, les biola, tiap hari ada juga jadwal les saya, tapi adalah selasa, kamis dan sabtu sore waktu kosong, kalau ada yang mau ngajak jalan, i'm free on sunday hehe, tapi sebenarnya gak benar" kosong, biasanya sih ada latihan upacara di sekolah, maklum saya osis sie bela negara. ohooo ngemeng ngemeng mohon do'anya yah buat saya yang ikut olipiade TIK, da dilla olimpiade Astronomi, semoga kita lolos sampe tingkat nasional yah, Amiiin
at least, not the last thx to read,
see u on next post